CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Pages

Sabtu, 03 November 2012

Kampung Naga





        Siapkan stamina saat bertandang ke Kampung Naga. Pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga.  Namun, semua itu terbayar dengan panorama sawah terhampar. Di ujung sana, rumah-rumah beratap sejenis alang-alang tampak memesona. Pemandangan khas pedesaan yang sudah langka jika Anda sehari-hari hidup di kota besar.

Kampung Naga terletak di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tak sekedar panorama yang cantik, budaya yang selaras dengan alam masih dijalani dengan kental oleh masyarakat setempat. Aura magis pun sangat terasa di kampung ini. Jadi, jangan sekedar melihat-lihat atau berfoto-foto, cobalah berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

"Warga sini menerima pengunjung yang mau belajar budaya kami. Kami pun ingin belajar budaya orang yang datang. Kami bukan desa wisata yang orang datang untuk menonton kami. Kampung Naga adalah desa adat, tempat belajar budaya leluhur kami," jelas Entang panjang lebar.

Aki Entang, begitu sapaan akrab untuknya, adalah warga asli Kampung Naga dan ditunjuk sebagai pemandu bagi pengunjung yang mampir ke Kampung Naga. Menurutnya, selama bertahun-tahun, pengunjung yang datang selalu dipandu langsung oleh masyarakat setempat.

Kampung Naga terdiri dari 113 bangunan dengan 110 rumah. Ada sekitar 108 kepala keluarga di Kampung Naga. Menurut Aki Entang, sejak dahulu, jumlah bangunan hanya sebanyak itu. Kawasan Kampung Naga yang inti hanya seluas satu setengah hektar.

Uniknya semua bangunan menggunakan kayu dan atap dari alang-alang. Di luar kawasan satu setengah hektar tersebut, rumah-rumah diperkenankan dibangun seperti rumah modern dengan seng dan batu bata.

Kearifan lokal juga tercermin dari rumah-rumah tersebut. Rumah yang terbuat dari kayu dan dinding bambu tersebut tahan gempa. Saat terjadi gempa di Tasikmalaya beberapa tahun silam, bangunan di Kampung Naga utuh berdiri.

Saat mampir ke kampung ini, mintalah izin untuk masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah pun sama uniknya. Dapur yang berada di bagian depan, bersebelahan dengan ruang tamu. Setiap tata letaknya pun berfilosifis.

Misalnya ruang tamu yang lapang tanpa kursi, menandakan bahwa semua orang duduk sejajar. Letak antara rumah yang saling berhadapan pun punya maksud sendiri. Aki Entang menjelaskan hal ini berarti agar sesama tetangga saling menjaga dan saling membantu.

Ini baru berbicara sebagian dari arsitektur rumah dan bangunan di Kampung Naga. Tak cukup kunjungan sehari untuk membicarakan filosifi adat Kampung Naga yang dijalankan secara turun temurun dan melekat di hati masing-masing warganya.

Lalu berapa umur Kampung Naga? Tak ada yang tahu pasti. Kampung ini diperkirakan berusia sudah beratus-ratusan tahun. Namun, tradisi begitu kental terjaga. Sampai saat ini, Kampung Naga tak dialiri listrik. Bukan karena tak mendapat jatah dari PLN, tetapi sengaja tak mau dialiri listrik.

Pengunjung yang datang juga dapat melihat secara langsung proses pembuatan beberapa kerajinan tangan dari bambu dan batok kelapa, seperti angklung, camping, sampai aneka wadah. Jangan lupa membeli hasil karya masyarakat setempat.
Di bagian depan saat akan masuk ke Kampung Naga, terdapat kolam ikan.

Uniknya, pengunjung dapat mencoba terapi ikan di kolam ikan tersebut atau sekedar memberi makanpada ikan-ikan. Di tengah kolam ikan terdapat saung yang berisi lesung dan alu. Ya, masyarakat setempat masih menggunakan cara tradisional untuk menumpuk padi.

Pengunjung pun dapat melihat langsung proses menumbuk padi dengan lesung dan alu. Atau, coba sendiri sensasi menumbuk padi dengan cara tradisional. Buktikan sejauh mana kekuatan Anda. Jangan lewatkan pula kesempatan membeli beras di Kampung Naga. Tentu saja beras yang dihasilkan adalah beras organik. 


Akses

Sangat mudah mencapai lokasi Kampung Naga. Dari Jakarta, lebih mudah dicapai melalui Garut. Walaupun Kampung Naga secara administratif berada di Tasikmalaya. Jika menggunakan transportasi umum, dari Jakarta bisa naik bus jurusan Singaparna. Di terminal Kampung Rambutan, pilihan bus adalah bus Karunia Bakti.

Dari pusat kota Garut, perjalanan darat ditempuh sekitar satu jam melewati jalan berkelok dan menanjak khas pegunungan. Arahkan perjalanan menuju Singaparna. Lalu turun di jalan raya yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya.  Cukup bilang ke supir untuk diturunkan di Kampung Naga.

Di area parkir, warung-warung menyambut pengunjung. Sebagai penanda, Tugu Kujang gagah berdiri. Ini bukan sembarang tugu. Tugu setinggi sekitar tiga meter itu memang benar-benar sebuah kujang atau senjata khas masyarakat Sunda yang raksasa.

Tak sekedar sebagai warisan budaya Sunda, Kujang tersebut terbuat dari hasil leburan senjata-senjata pusaka dari 900 kerajaan nusantara. Aki Entang menuturkan perlu sekitar 40 hari untuk membuat kujang raksasa tersebut.

Dari area parkir inilah baru pengunjung harus berjalan kaki melalui tangga berbatu yang menurun ke Kampung Naga. Jalan kaki sekitar 20 menit. Bila lelah, Anda bisa mampir untuk minum kelapa muda atau makan gorengan di warung-warung yang terdapat di tepi tangga batu. Kelar melepas dahaga, lanjutkan perjalanan menikmati panorama sawah dan kemagisan Kampung Naga
.

Uluru - Ayers Rock

Uluru, dikenal juga sebagai Ayers Rock, adalah sebuah formasi batu berukuran besar di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, sekitar 350 km di barat daya kota Alice Springs, Northern Territory, Australia. Uluru adalah benda keramat bagi para Aborigin dengan banyak mata air, gua, dan lukisan primitif.
 Nama Uluru digunakan oleh orang Aborigin dan tidak memiliki makna khusus dalam Pitjantjatjara, bahasa setempat.
 
Pada Oktober 1872, penjelajah Ernest Giles menjadi orang asing pertama yang melihat batuan ini namun tidak bisa mendekat karena dihalangi Danau Amadeus dan hanya menyebutnya sebagai “the remarkable pebble”. Pada bulan Juli 1873, surveyor William Gosse mengunjungi batu ini dan menamainya Ayers Rock, untuk menghormati Chief Secretary Australia Selatan, Sir Henry Ayers.
Pada 1993, diadopsilah kebijakan nama sehingga pada 15 Desember, namanya menjadi Ayers Rock / Uluru dan pada 6 November 2002, namanya dibalik menjadi Uluru/Ayers Rock atas permintaan dari Asosiasi Turisme Regional Alice Springs.
Uluru merupakan salah satu dari icon alam Australia yang paling dikenal,  terkenal karena formasi pasir yang berdiri tinggi 348 m (1142 ft) dan  (863 m / 2831 ft diatas permukaan laut) dengan sebagian besar dari massal di bawah tanah, dengan lingkaran 9,4 km (5,8 mil) .
Uluru selalu tampil dengan  warna berbeda  pada waktu yang berbeda dari hari dan tahun, terutama pada waktu matahari terbenam yang luar ,terutama ketika melihat glows sebentar merah.
Meskipun curah hujan yang jarang di daerah ini , selama periode basah batu batu berwarna perak-abu-abu, hitam dengan streaks algae yang terbentuk pada daerah-daerah yang berfungsi sebagai saluran untuk air mengalir.
Kata Tjuta, juga disebut Mount Olga atau Olgas, merupakan salah satu formasi batuan sekitar 25 km (16 mil) dari Uluru. Khusus melihat daerah daerah ini dibangun akses jalan dan parkirkendaraan wisatawan untuk memberikan yang terbaik  saat fajar dan senja.
Uluru adalah inselberg, “pulau gunung”, sisa erosi pegunungan. Uluru juga sering disebut sebagai monolit.
Geologi
Uluru adalah inselberg, harfiah “pulau gunung” yang terpencil, merupakan sisa erosi pegunungan Uluru. Ini juga sering disebut sebagai monolit, meskipun ini adalah istilah yang agak membingunkan yang umumnya dihindari oleh Geologists. Fitur yang luar biasa dari Uluru adalah homogenitas dan kurangnya kontunuitas dataran di permukaan, yang mengarah kurangnya pembentukan lereng dan tanah. Karakteristik ini menyebabkan sekitar batu itu terkikis.
Untuk tujuan pemetaan dan menjelaskan sejarah geologi daerah ini, Geologists merujuk pada pembentukan batu strata atas Uluru sebagai Mutitjulu Arkose, dan merupakan salah satu dari banyak sedimen formasi mengisi Basin Amadeus.
Fauna dan flora
46 spesies mamalia asli diketahui telah tinggal di daerah Uluru; menurut survei terakhir saat ini terdapat 21. Anangu mengakui bahwa penurunan jumlah karena kondisi dan kesehatan lanskap. The Mulgara, satu-satunya mamalia yang terdaftar sebagai rentan, banyak terbatas pada daerah dataran pasir transisi, Area ini juga berisi mol berkantung, woma Python dan Great Desert Skink. Populasi kelelawar ,terdiri setidaknya tujuh spesies masih ada dalam gua-gua dan celah-celah dari Uluru dan Kata Tjuta. Reptil dengan 73 spesies . Empat jenis katak . The Great Desert Skink terdaftar sebagai rentan. Anangu terus berburu dan mengumpulkan spesies hewan di daerah terpencil di taman dan tanah di tempat lain. Berburu sebagian besar terbatas pada Kangaroo Merah, Bush Turki, Emu dan kadal seperti Goanna Pasir dan Perentie.
Dari 27 spesies mamalia yang ditemukan di taman, enam diperkenalkan: Rumah Mouse, unta, rubah, kucing, anjing dan kelinci. Spesies ini didistribusikan di seluruh taman yang kaya air area Uluru dan Kata Tjuta.
 Pohon di dasar Uluru Uluru – Kata Tjuta Taman Nasional ,merupakan sebagian besar tanaman yang ditemukan di Australia Tengah. Sejumlah spesies ini dianggap langka dan terbatas di taman . Ada tanaman langka dan endemik di Uluru dan Kata Tjuta.
Pertumbuhan dan reproduksi tanaman bergantung pada curah hujan yang tidak teratur. Beberapa tumbuhan dapat bertahan. Tanaman adalah bagian penting dari Tjukurpa, dan ada upacara untuk setiap tanaman pangan utama. Banyak tanaman yang terkait dengan makhluk leluhur.
Flora di Uluru – Taman Nasional Kata Tjuta bisa dibagi dalam kategori sebagai berikut:
Punu – pohon
Puti – semak
Tjulpun-tjulpunpa – bunga
Ukiri – rumput
Pohon seperti Mulga dan Centralian Bloodwood digunakan untuk membuat alat-alat seperti tombak, bumerang dan mangkuk. Getah merah bloodwood digunakan sebagai disinfektan dan inhalansia untuk batuk dan flu.
Ada spesies langka dan terancam punah di taman. Sebagian besar dari mereka, seperti pakis Adder’s Tongue
Sejak pertama Eropa tiba, 34 spesies tanaman eksotik telah dicatat di taman, mewakili sekitar 6,4% dari total taman flora. Beberapa, seperti rumput tahan lama buffel (Cenchrus ciliaris), telah diperkenalkan untuk merehabilitasi kawasan yang rusak oleh erosi. Ini adalah yang paling mengancam rumput di taman dan telah menyebar dan menyerbu air serta saluran drainase yang kaya nutrisi.
Iklim dan musim
Lokal orang Aborigin mengakui lima musim:
1.Piriyakutu (Agustus / September) – Hewan berkembang biak dan bunga tanaman pangan
2.Mai Wiyaringkupai (November / Desember) – Musim panas ketika makanan menjadi langka
3.Itjanu (Januari / Februari / Maret) – badai sporadis dapat tiba-tiba bergulung-gulung
4.Wanitjunkupai (April / Mei) – cuaca dingin
5.Wari (Juni / Juli) – Musim dingin membawa pagi frosts
[Sunting Mitos], legenda dan tradisi Aborigin
Menurut pemilik tanah Anangu tradisional Uluru:
Dunia ini adalah tempat yang menarik sekali. Tidak ada tempat yang kita ketahui tanpa penciptaan makhluk, dalam bentuk manusia, hewan dan tanaman, perjalanan secara luas di seluruh negeri. Kemudian, dalam proses penciptaan dan penghancuran, mereka membentuk lansekap seperti yang kita kenal sekarang. tanah Anangu masih dihuni oleh roh-roh ini puluhan leluhur pencipta makhluk yang disebut sebagai Tjukuritja atau Waparitja.
Ada beberapa versi yang berbeda, oleh orang luar, dari cerita leluhur Aborigin yang berasal dari Uluru dan banyak celah dan kelemahannya. Salah satu diambil dari (1989) Uluru Robert Layton: Sebuah sejarah Aborigin Ayers Rock, berbunyi sebagai berikut:
Uluru dibangun atas selama periode penciptaan oleh dua anak laki-laki yang bermain di lumpur setelah hujan. Ketika mereka telah selesai permainan mereka mereka melakukan perjalanan ke selatan untuk Memerangi .. Wiputa, kemudian kedua anak laki-laki itu berjalan ke puncak Gunung Conner, di atas ,tubuh mereka berubah sebagai batu-batu (Page 5)
Versi lainnya diberikan dalam (1997) Encyclopedia of Sacred Places. Norbert Brockman’s Yang pertama menceritakan makhluk ular yang banyak mengobarkan perang di sekitar Uluru, menyebabkan jaringan parut pada batu.
Departemen Lingkungan Persemakmuran menyarankan:
Banyak .. Tjukurpa seperti Kalaya (Emu), Liru (ular beracun), Lungkata (kadal lidah biru), Luunpa (pekakak) dan Tjintir-tjintirpa (willie wagtail) dapat mempengaruhi perjalanan melalui Uluru-Kata Tjuta Taman Nasional.  dan daerah tertentu misalnya Kuniya, yang woma python, tinggal di batu di mana ia berjuang pemburu Uluru .
Hal ini kadang-kadang melaporkan bahwa mereka yang mengambil batu dari formasi akan terkutuk dan menderita malapetaka. Ada banyak contoh di mana orang-orang yang mengambil batu tersebut mencoba untuk mengembalikan ke berbagai lembaga dalam upaya untuk menghapus kutukan yang dirasakan.
Sejarah
Temuan Arkeologi dari timur dan barat menunjukkan bahwa manusia tinggal di daerah itu lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Eropa tiba di Gurun Barat Australia pada 1870-an. Uluru dan Kata Tjuta pertama kali dipetakan oleh Eropa pada tahun 1872 selama periode ekspedisi dimungkinkan oleh pembangunan Overland Telegraph Line Australia. Dalam ekspedisi terpisah, Ernest Giles dan William Gosse adalah penjelajah Eropa pertama ke wilayah ini.
Sambil menjelajahi daerah itu pada 1872, Giles melihat Kata Tjuta dari lokasi dekat Kings Canyon dan menyebutnya Gunung Olga, sedangkan tahun berikutnya Gosse diamati Uluru dan menamainya Ayers Rock. eksplorasi lebih lanjut diikuti dengan tujuan pembentukan kemungkinan daerah tersebut untuk pastoralism. Pada 1800-an, penggembala mencoba membangun daerah sebelah barat Selatan ,Petermann Reserve dan terjadi interaksi antara Anangu dan orang kulit putih menjadi lebih sering dan lebih ganas. Karena efek dari penggembalaan dan kekeringan, toko makanan serta semak menjadi habis. Persaingan untuk menciptakan sumber-sumber konflik antara dua kelompok, menghasilkan lebih sering patroli polisi. Kemudian, selama depresi di tahun 1930-an, Anangu menjadi terlibat dalam dingo scalping dengan ‘doggers’ yang memperkenalkan Anangu untuk makanan Eropa dan cara.
Antara tahun 1918, dan 1921 daerah berdekatan Australia Selatan, Australia Barat dan Northern Territory telah dinyatakan sebagai cadangan Aborigin, tempat-tempat suci bagi orang-orang nomaden yang hampir tidak ada kontak dengan pemukim Eropa. Pada tahun 1920, bagian dari Uluru – Kata Tjuta Taman Nasional mengumumkan Reserve Aborigin (umumnya dikenal sebagai Selatan-Barat atau Petermann Reserve) oleh pemerintah Australia di bawah undang Aborigin.
Yang pertama wisatawan tiba di daerah Uluru pada tahun 1936. Awal tahun 1940-an, permukiman Eropa permanen daerah tersebut untuk alasan kebijakan kesejahteraan Aborigin dan untuk membantu mempromosikan pariwisata Uluru. Pariwisata meningkat ini mendorong pembentukan trek kendaraan pertama di tahun 1948 dan layanan bis wisata dimulai pada awal dekade berikutnya. Pada tahun 1958, kawasan yang akan menjadi Uluru – Taman Nasional Kata Tjuta itu diambil dari Reserve Petermann; itu ditempatkan di bawah manajemen dari Northern Territory Dewan Cadangan dan menamai Ayers Rock – Taman Nasional Gunung Olga. Yang pertama adalah Bill ranger Harney, seorang tokoh Australia diakui dengan baik-pusat .Pada tahun 1959, sewa motel pertama telah diberikan dan Eddie Connellan telah dibangun sebuah lapangan terbang dekat ke sisi utara Uluru.
Pada tanggal 5 Maret 1968, tiga kursi helikopter Bell 47 G2 dikemudikan oleh Philip Latz jatuh pada Uluru, sekitar 1 mil (1.6 km) timur cairn tersebut. Kecelakaan itu telah terangkat dari pada tanggal 28 Maret oleh sebuah helikopter Sikorsky S58. [14] [15]
Pada tanggal 26 Oktober 1985 pemerintah Australia kembali kepemilikan Uluru ke Aborigin Pitjantjatjara lokal, dengan salah satu kondisi yang bahwa Anangu akan sewa itu kembali ke Taman Nasional dan lembaga Wildlife untuk 99 tahun dan yang akan dikelola bersama. The komunitas Aborigin Arkose, jumlah penduduk sekitar 300, terletak di dekat ujung barat Uluru. Dari Uluru itu adalah 17 km (11 mil) dengan jalan ke kota wisata Yulara, populasi 3.000, yang terletak tepat di luar dari taman nasional.
Pada tanggal 8 Oktober 2009, daerah Talinguru Nyakuntjaku melihat dibuka untuk kunjungan umum. AU $ 21.000.000 proyek sekitar 3 kilometer (1,9 mil) di sisi timur Uluru terlibat desain dan konstruksi pengawasan oleh pemilik Anangu tradisional, dengan 11 kilometer (6,8 mil) dari jalan dan 1,6 kilometer (1 mil) jalan setapaknya sedang dibangun untuk daerah itu.
Pariwisata
Pada tahun 1975, pembuatan 104 kilometer persegi (40 mil persegi) tanah di luar batas utara taman ini, 15 kilometer (9 mil) dari Uluru, disetujui untuk pengembangan fasilitas wisata dan bandara terkait, dikenal sebagai Yulara . Tanah kamp dalam taman itu ditutup pada tahun 1983 dan motel ditutup di akhir 1984, bertepatan dengan pembukaan resor Yulara. Pada tahun 1992, pemegang saham mayoritas di resor Yulara diselenggarakan oleh Pemerintah Northern Territory dijual dan resor ini berganti nama Ayers Rock Resort.
Sejak taman itu terdaftar sebagai sebuah Situs Warisan Dunia, jumlah pengunjung tahunan naik menjadi lebih dari 400.000 pengunjung pada tahun 2000. Peningkatan pariwisata memberikan manfaat ekonomi regional dan nasional. Hal ini juga menyajikan sebuah tantangan yang berkelanjutan untuk menyeimbangkan pelestarian nilai-nilai budaya dan kebutuhan pengunjung.
Pendakian
dilarang mendaki Uluru karena makna rohani yang besar. Mereka meminta agar pengunjung tidak memanjat batu itu, sebagian karena jalan persimpangan jalur Mimpi suci tradisional, dan juga karena rasa tanggung jawab atas keselamatan pengunjung ke tanah mereka. Anangu percaya bahwa mereka memiliki koneksi spiritual ke Uluru, dan merasa sangat sedih ketika seseorang meninggal atau terluka ketika mendaki. Hal ini juga sangat menyinggung yang buang air kecil dan buang air besar di situs ini 
Pada tanggal 11 Desember 1983, Perdana Menteri Bob Hawke berjanji untuk menyerahkan kembali hak kepemilikan lahan kepada pemilik Anangu tradisional dan menyetujui rencana masyarakat 10 poin termasuk melarang mendaki Uluru. Namun, pemerintah mengatur akses untuk mendaki Uluru dan sewa 99-tahun, bukan sebelumnya disepakati sewa 50 tahun, seperti kondisi sebelum judul resmi diberikan kembali ke Anangu.
Climbing Uluru merupakan daya tarik yang populer bagi pengunjung. Sebuah pegangan rantai ditambahkan pada tahun 1964 dan diperpanjang pada tahun 1976 membuat mendaki selama satu jam lebih mudah, tapi masih (panjang 800 mil m/0.5) dan curam mendaki ke puncak, di mana ia bisa sangat berangin. Dianjurkan minum banyak orang sementara air naik, dan mereka yang tidak layak, menderita vertigo atau kondisi medis membatasi latihan, jangan mencobanya. Uluru Climbing umumnya tertutup untuk umum saat angin kencang dicatat di bagian atas. Selama bertahun-tahun ada kematian setidaknya 35 insiden berkaitan dengan pendakian.
Pada tahun 2009, pemerintah Australia menunjukkan bahwa mendaki Uluru mungkin tidak lagi diizinkan di bawah “” diusulkan Draft Rencana Pengelolaan 2009-2019. Masyarakat telah diundang untuk mengomentari rencana sebelum diajukan kepada Menteri Lingkungan Hidup.
Fotografi
The Anangu juga meminta agar pengunjung tidak foto bagian tertentu dari Uluru, karena alasan yang berkaitan dengan keyakinan Tjukurpa tradisional. Daerah-daerah adalah situs ritual gender-link, dan dilarang dasar Anangu lawan jenis mereka yang berpartisipasi dalam ritual tersebut. Larangan foto ini dimaksudkan untuk mencegah Anangu dari secara tidak sengaja melanggar tabu ini dengan menghadapi foto-foto dari situs yang dilarang di dunia luar

Derawan Paradise Island


Kepulauan Derawan: Surga Tropis yang Sempurna
Pulau derawan adalah surga tropis yang sempurna. Suasana di sini hangat dengan pemandangan pasir pantai putih halus, pohon palem yang melambai-lambai, laut murni yang berubah warna dari hijau ke biru gelap. Kehidupan bawah laut di sini luar biasa, Anda akan temukan kura-kura raksasa, lumba-lumba, ikan pari, duyung dan barakuda, ubur-ubur stingless. Ikan Hiu Derawan di sini merupakan salah satu keragaman hayati di dunia. Tak heran, pulau Derawan dikenal sebagai tujuan wisata menyelam terbaik di dunia.

Kepulauan Derawan: Surga Tropis yang SempurnaTerletak tak jauh dari daratan Kalimantan Timur di Kabupaten Berau, kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau DerawanMaratua,Sangalaki, dan Kakaban. Di sinilah tempat bersarangnya kura-kura hijau langka dan berbahaya, juga penyu sisik. Anda dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar.

Disinilah Anda dapat menemukan 460 jenis karang dan menempati posisi kedua setelahRaja Ampat di Papua Barat. Pengurus tempat konserfasi dan tim ahli internasional juga menemukan lebih dari 870 jenis ikan di sini, mulai dari kuda laut kerdil hingga pari manta raksasa. Dalam beberapa hari, sekelompok pari manta ini dalam jumlah yang banyak sekitar 50 ekor terlihat makan bersama di perairan Derawan.

Sementara di Kakaban, Anda dapat menemukan danau ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur stingless  yang dapat berenang terbalik. Inilah alasanya mengapa Kakaban dipertimbangkan menjadi nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO.

7 Kota Mati Paling Mengerikan di Dunia

1. Oradour-sur-Glane (Prancis)


 
Oradour-sur-Glane di Limousin, Prancis, telah ditinggalkan sejak 1944. Nazi menghancurkan kota ini ketika datang selama Perang Dunia II yang membunuh 642 penduduk. Bukti kekejaman perang tercermin pada bangunan dan mobil terbakar yang masih ada.Pembantaian yang terjadi di sudut Perancis dianggap sebagai salah satu kejahatan paling kejam dalam sejarah umat manusia. Bila Anda mengunjungi kota hantu, Anda akan diminta untuk tetap tenang selama berada di kota penuh memori oleh para martir.


2. Agdam - Azerbaizan

 


Kota besar Agdam di Azerbaijan adalah salah satu kota besar yang populasi penduduknya mencapai 150.000 orang. Namun kemudian hilang setelah pada tahun 1993 sepanjang perang Nagorno Karabakh. Walaupun kota ini tidak secara langsung menjadi basis peperangan, namun kota ini tetap mendapatkan efek dari perang tersebut, dengan menjadi korban dari sikap para Armenians yang merusak kota tersebut. Bangunan-bangunan dirusak dan akhirnya ditinggalkan penghuninya, hanya menyisakan masjid-masjid yang masih utuh berdiri. Penduduk Agdam sendiri sudah berpindah ke area lain, seperti ke Iran.


3. Pripyat (Ukraina)




Kota Pripyat adalah sebuah desa hantu dekat lokasi pembangkit listrik Chernobyl, terkenal dianggap sebagai krisis nuklir terburuk dalam sejarah. Bencana menjadi cermin sesuatu yang salah dengan platform energi nuklir. Kota ini membeku pada era 1980-an lantaran kecelakaan nuklir yang terjadi pada April 1986.

Daerah tersebut masih tidak cocok untuk kehidupan manusia. Beberapa perusahaan perjalanan di Ukraina bahkan menawarkan tur. Tidaklah sulit mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk mengunjungi kota hantu, namun kota tetap dijaga ketat untuk tujuan keselamatan, apalagi beberapa satwa liar diam-diam kembali ke Pripyat.


4. Craco-Italia



terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal.

Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan.


5. Kadykchan - Rusia







Kadykchan merupakan salah satu kota kecil di Rusia yang hancur saat runtuhnya Uni Soviet. Penduduk terpaksa berjuang untuk mendapatkan akses untuk memperoleh air, pelayanan kesehatan dan juga sekolah. Mereka harus keluar dari kota itu dalam jangka waktu 2 minggu, untuk menempati kota lain dan menempati rumah baru. Kota dengan penduduk sekitar 12.000 orang yang rata-rata sebagai penambang timah ini dikosongkan. Mereka meninggalkan rumah mereka dengan segala perabotannya. Jadi anda dapat menemukan mainan, buku, pakaian dan berbagai barang didalam kota yang kosong.


6. Kolmanskop (Namibia)




Kota lain yang ditinggalkan adalah Kolmanskop di Namibia yang berkembang sebelumnya sebagai sebuah desa pertambangan. Masih ada struktur, namun mereka hanya memiliki pasir di dalamnya. Kota didirikan dan dikembangkan ketika Jerman menemukan potensi pertambangan area.

Setelah memaksimalkan sumber daya di daerah itu, para penambang harus bergerak sehingga padang pasir mulai merebut kembali Kolmanskop. Pasir perlahan-lahan menghapus segala sesuatu dari rumah, jalan, dan bangunan lainnya. Pasir Kolmanskop segera bergeser dan akan dikubur.


7. Sanzhi (Taiwan)


 

Sanzhi adalah sebuah resor liburan yang dirancang untuk prajurit angkatan bersenjata AS di bagian utara Taiwan. Yang lain membandingkan bangunan seperti UFO, tetapi Sanzhi memiliki banyak masalah sejak peletakan batu pertama. Konstruksi yang terhubung ke banyak kematian pekerja akibat kecelakaan konstruksi dan kecelakaan mobil. Warga setempat mengklaim atribut kehidupan supranatural menjadi penyebabnya.

Rabu, 31 Oktober 2012

Albert Einstein


Albert Einstein
           Albert Einstein /’ælbərt ‘aɪnstaɪn/ (1879-1955) bukan hanya pemenang penghargaan Nobel (1921) dan ilmuwan fisika paling berpengaruh abad 20.
          Dia juga pintar mengolah kata-kata bijak. Banyak orang mengutip kata-kata bijaknya dalam percakapan sehari-hari, bahkan dalam syair lagu. Ini dia 10 di antaranya. Silakan dikutip.
1. “Janganlah berusaha menjadi manusia yang sukses, tapi berupayalah menjadi manusia yang bernilai."
2. “Satu-satunya sumber ilmu pengetahuan adalah pengalaman.”
3. “Kesendirian terasa menyakitkan ketika seseorang muda, namun terasa menyenangkan ketika dia lebih dewasa.”
4“Belajarlah dari hari kemarin, hiduplan untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok.”
5. “Logika akan membawa kamu dari A ke B. Imajinasi akan membawa kamu ke mana-mana.”
6. “Tidak setiap hal yang bisa dihitung itu penting, dan tidak setiap hal yang penting itu bisa dihitung.”
7. “Intelektual memecahkan masalah, jenius mencegah masalah.”
8. “Hanya sedikit orang yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasa dengan hati mereka sendiri.”
9. “Orang yang tidak pernah berbuat salah itu tidak pernah mencoba melakukan hal baru.”
10. “Begitu kita menerima kekurangan kita, kita bisa melampauinya.”

Minggu, 14 Oktober 2012

Ost. Hafalan Shalat Delisa

Hafalan Shalat Delisa,sebuah film yang diangkat dari novel karangan Tere Liye dengan judul yg sama. Menurut aku sih,bagusan novelnya. Soalnya lebih dapet aja gitu feelnya,dan kalo di novel lebih detail. Di film ini,ada satu lagu yang bener-bener bikin aku nangis pas dengernya. Judulnya Lagu Ibu. Dan lagu ini sempet mau jadi lagu buat musikalisai puisi kelompok aku,tapi gajadi. (curhat-_-)
di liat yaaaa........ :)





ada dua versi ,yang satu lagi judulnya kasih ibu




Lagu Ibu – Ost Film Hafalan Shalat Delisa

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
kau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu, ooh di dalam nadiku


9 bulan ku dalam rahimmu
bersusah payah, oh ibu jaga diriku
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu


tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah do’a oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan do’amu (2x)
mengalir di setiap nafasku (2x)

ibuuuuuuuuuuuuuu……….. (3x)

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
engkau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu oh di dalam nadiku


indah bercanda denganmu ibu
di dalam hati ku kini slalu merindu
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu


tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah doa oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan doamu (2x)
mengalir di setiap nafasku (2x
ibuuuuuuuuuu…….. (3x)


“Allahummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”


Lilin-Lilin Kecil

Kalian tau lagu lilin-lilin kecil? pasti banyak yg gatau ya? :D
Iyalah,ini lagu udah lumayan lama. Tapi menurut gue lagunya bagus kok.. Gue juga tau lagu ini dari temen gue.. (gaada yg nanya va-_-)
oke,lanjut.. ini lagunya :





Lilin-lilin Kecil


Oh...Manakala mentari tuaLelah berpijar

Oh...Manakala bulan nan genitEnggan tersenyumBerkerut kerut tiada berseriTersendat-sendat merayap dalam kegelapanHitam kini hitam nantiGelap kini akankah berganti

ChorusEngkau lilin-lilin kecilSanggupkah kau menggantiSanggupkah kau memberiSeberkas cahaya

Engkau lilin-lilin kecilSanggupkah kau berpijarSanggupkah kau menyengatSeisi dunia

Oh...Manakala mentari tuaLelah berpijar

Oh...Manakala bulan nan genitEnggan tersenyumBerkerut kerut tiada berseriTersendat-sendat merayap dalam kegelapanHitam kini hitam nantiGelap kini akankah berganti

ChorusEngkau lilin-lilin kecilSanggupkah kau menggantiSanggupkah kau memberiSeberkas cahaya

Engkau lilin-lilin kecilSanggupkah kau berpijarSanggupkah kau menyengatSeisi dunia