CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Pages

Minggu, 04 November 2012

Raja Ampat

Papua , Raja Ampat yang Mempesona : wisata raja ampat


Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan f Irian Jaya Barat.
Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam dan menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.
Banyak fotografer bawah laut internasional mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Bahkan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.

Sebanyak 610 Pulau di Raja Ampat

Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.
Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.

Eksotisme Raja Ampat

Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”.
Pengelolanya tak gampang mempersiapkan tempat bagi wisatawan. Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.
Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.
“Turis menyelam hampir setiap hari karena lokasi penyelaman sangat luas dan beragam. Keindahan terumbu karangnya memang bervariasi sehingga banyak pilihan dan mengundang penasaran. Ada turis yang sudah berusia 80 tahun masih kuat menyelam,” tutur Max Ammer yang beristrikan perempuan Manado.
Tiga tahun lalu, Papua Diving membangun penginapan modern tak jauh dari lokasi pertama. Ternyata, penginapan yang dibangun dengan mengandalkan bahan bangunan lokal ini hampir selalu penuh dipesan. Padahal tarifnya mencapai 225 euro atau sekitar Rp 2,7 juta per malam. Di lokasi yang baru, dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.
Papua, : raja ampat tour
Papua, : pulau pulau raja ampat

Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.
Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.
Merasa Aman
Warga lokal dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan resor, bahkan 90 dari 100 karyawannya adalah warga Papua. Penduduk juga memasok ikan, sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya. Salah satu paket wisatanya mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat, termasuk burung Cendrawasih. Banyak wisatawan yang menjadi donatur pembangunan gereja dan pendidikan anak-anak sekitar Man- suar.
Max Ammer mempunyai komitmen untuk meningkatkan ekonomi dan keterampilan warga setempat. Mereka ada yang dilatih berbahasa asing dan menggunakan peralatan selam. Wisatawan pun merasa aman di kala siang maupun malam saat menikmati terik dan tenggelamnya matahari maupun saat berenang dan menyelam di laut yang sangat dalam.
Selain kelautan dan perikanan, Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya alam, antara lain minyak bumi dan nikel. Di dasar lautnya juga banyak terdapat kapal-kapal karam bekas Perang Dunia II yang diperkirakan memuat “harta karun” bernilai tinggi. Namun, jika salah kelola, kegiatan eksploitasi semua itu dikhawatirkan mengancam kelestarian dan keindahan alam lautnya.
Sumber : Suara Pembaruan, Sumedi TP, 7 Januari 2007

Sabtu, 03 November 2012

Venus Flytrap


Pernah dengar kata ini sebelumnya? Bagi beberapa orang mungkin kata ini cukup asing, masuk kategori apakah kata tersebut… Dionaea muscipula adalah sejenis tanaman insektivora (pemakan serangga), lho kok bisa! Kalo gitu kita sama-sama aja mengenal tanaman ini lebih lanjut.
Tanaman yang misterius ini telah diketahui oleh ilmuwan tanaman selama 200 tahun. Kejadiannya konon bermula pada tanggal 2 Januari 1760, ketika Gubernur kolonial, Arthur Dobbs berjalan-jalan di hutan Carolina Utara, dia tertarik dan heran dengan keberadaan tanaman tersebut. Dia melihat bentuk tanaman aneh yang bisa menangkap serangga, antara lain lalat, kumbang, ngengat, dll, makanya tanaman ini di kasi nama Fly Trap. Kemudian pada tahun 1875 Charles Darwin, tertarik dengan Venus Fly Trap. Masih penasaran? nih gambarnya si-Venus Fly Trap(gambar 1):
gambar 1. Venus Flytrap (Dionaea Muscipula)
Daun
Venus Fly Trap memiliki daun yang berwarna hijau cerah dan tumbuh keluar dari dasar. Bagian dalamnya berwarna merah cerah. Sebenarnya trap pada tanamanVenus Fly Trap merupakan modifikasi dari daun (lihat gambar 2).
gambar 2. Daun Dionaea Muscipula
.
Bunga
Tangkai bunga dapat tumbuh sepanjang 10-25 cm, pada saat musim semi dan tumbuh membentuk cluster bunga berwarna putih yang cantik.
.
Ukuran Trap
Ukuran trap dipengaruhi oleh cahaya dan kelembapan, ukuran trap biasanya dipengaruhi oleh pertumbuhan sistem akar, karena akar berfungsi untuk mengambil nutrisi.
.
Mekanisme membuka dan Menutupnya Venus Fly Trap
Seluruh serangga yang berukuran kecil terperangkap dalam jebakan (trap), sedangkan serangga yang berukuran lebih besar seperti Belalang dan Tawon, posisi kepalanya ada diluar trap (gambar 3c). Venus Fly Trap memiliki satu set kelenjar yang terletak di dasar dekat struktur yang menyerupai rambut (gambar 3a dan 3c) yang akan mulai bekerja mensekresikan attractant ketika trap membentuk sudut 90O, sehingga ketika ada serangga yang hinggap di antara rambut-rambut tersebut, maka trap tersebut akan menutup. Didalam trap tersebut juga diproduksi cairan asam enzimatik yang akan menguraikan jaringan hidup, mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimakan oleh tanaman tersebut. Ketika proses pencernaan telah selesai maka trap akan membuka kembali, dan menyisakan struktur seperti rangka-sedangkan materi nitrogen telah digunakan oleh tanaman sebagai nutrisi.
Rambut-rambut yang sensitif tersebut berfungsi untuk mencegah daun menutup hanya karena tetesan air hujan, karena daun tersebut membutuhkan dua atau lebih rambut-rambut yang di-trigger agar dapat menutup, ketika daunnya tersebut menutup tanpa ada serangga didalamnya, daun akan membuka kembali dalam beberapa jam. Menurut Lloyd dalam George (1962) trap tersebut dapat menangkap 3 serangga sebelum daun berubah menjadi hitam dan mati, tapi katanya lagi kalo kita godain tanaman ini dengan menyentuh rambut tersebut dengan sikat gigi misalnya, maka daun dapat membuka dan menutup lagi selama 7 kali, so dia bisa juga marah…
gambar 3a. trap dengan rambut trigger didalamnya
gambar 3b. mangsa berada dalam trap
gambar 3c
Nah kalo udah ada pencerahan sedikit tentang siapa si Venus Fly Trap ini maka tidak heran kalo dia dinobatkan sebagai peringkat pertama dalam TOP 10 COOLEST PLANTS, dan saya sebagai perempuan lebih seneng dikasi bunga ini dibanding bunga lainnya^_^, karena misterius dan keunikkannya itu lho, yah mungkin agak aneh dibandingkan cewek pada umumnya yang seneng dikasih Bunga Mawar atau sejenisnya, but that’s me…. O ya satu lagi kalo ada info tentang dimana saya bisa mendapatkan tanaman ini, kirim info ke isluyandari[at]yahoo.com, soalnya setau saya karena tanaman ini bukan asli Indonesia, agak sulit menemukannya di pameran2 tanaman hias.

Polystyrene



Polystyrene biasa disebut sebagai styrofoam. Benda satu ini disukai pengusaha, tetapi dibenci pecinta lingkungan. Kenapa?


Untung dan Ruginya
Polystyrene disukai pengusaha, khususnya pengusaha makanan.  Polystyrene sangat ekonomis untuk kotak makanan restoran cepat saji. Sebab, polystyrene lebih ringan dari kotak kertas dan lebih hemat dari piring yang dicuci ulang. Dalam lempeng polystyrene terdapat banyak ruang kosong berisi udara. Ini membuat polystyrene mampu menjaga makanan yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin, yang segar tetap segar. Namun, karena banyak ruang kosong, ini membuat volume polystyrene lebih besar dari kertas. Itulah kenapa, sampah polystyrene menyita ruang lebih banyak.

Rantai Hydrocarbon
Ada satu lagi kerugian jika kita memakai polystyrene. Menurut para ahli, polystyrene terbentuk dari rangkaian rantai hydrocarbon yang panjang. Aduh, apa, ya, maksud para ahli itu? Mmm, pokoknya, maksudnya, polystyrene itu sulit dihancurkan habis oleh mikroba. Lihat saja tumpukan sampah polystyrene di tempat sampah. Wah, mikroba perlu 1000 tahun untuk menghancurkannya. Biarpun sudah potong kecil-kecil, tetap saya tidak bisa hancur. Sampah jadi cepat menumpuk. Karena itulah, pecinta lingkungan benci sekali pada polystyrene.  Berbeda dengan beras atau gula. Beras atau gula terbentuk dari rantai hydrocarbon yang pendek. Jadi, mikroba bisa dengan mudah menghancurkan.

Mengurangi Polystyrene
Para ahli berusaha mencari cara membuat polystyrene yang mudah terurai. Akhirnya, mereka berhasil menemukan zat yang murah dan mudah mengurai polystyrene. Zat ini di campurkan saat pembuatan polystyrene. Salah satu zat yang berhasil dikembangkan adalah Oxium. Dengan dicampuri oxium, rantai hydrocarbon polystyrene menjadi lebih mudah terurai.

Bisa Terurai 4 Tahun
Kini, polystyrene dapat terurai dalam masa 4 tahun. Sebenarnya, bisa saja diprogramkan dapat terurai dalam satu minggu atau satu hari. Namun, jika polystyrene terlalu cepat terurai, justru sulit digunakan menjadi barang industri. Misalnya, jika polystyrene dirancang hancur dalam sehari, maka restoran cepat saji tidak dapat menggunakan sebagai kotak makanan. Sebab, bisa sajapolystyrene itu keburu hancur terurai ketika masih disimpan di gudang. Lagipula, agar polystyrenedapat hancur dalam waktu sehari, perlu oxium lebih banyak. Akibatnya, bisa membuat polystyrenejadi mahal. Jika mahal, pengusaha tentu akan enggan menggunakannya. Oleh karena itu, jumlah oxium yang ditambahkan menjadi campuran polystyrene ditakar secara teliti. Jumlah oxium diatur agar polystyrene hancurdalam waktu 4 tahun. Dengan begitu, polystyrene masih bisa disimpan di gudang.


 

CANDI SUKUH - Candi Erotis yang Belum Banyak Diketahui


Candi Sukuh

Tidak seperti Candi Khajuraho di India yang sudah mendunia, Candi Sukuh memang belum banyak diketahui orang. Jangankan Anda, orang Jogja saja masih banyak yang tidak mengetahui keberadaan candi ini. Mungkin karena letaknya yang terpencil di lereng Gunung Lawu pada ketinggian lebih dari seribu meter dpl. Dari Terminal Tirtonadi Solo, Anda bisa naik bis umum jurusan Solo-Tawangmangu dan turun di Karang Pandan, dilanjutkan dengan minibus jurusan Kemuning dan disambung dengan ojek hingga ke kawasan candi. Bila membawa kendaraan sendiri, disarankan untuk memakai mobil diesel bertenaga 2000 cc atau lebih untuk memudahkan perjalanan melewati beberapa tanjakan curam.

Relief Tanpa Busana dan Patung Tanpa Kepala

Kompleks candi tidak begitu luas. Menempati sebidang tanah berundak, gapura utama Sukuh tidak berada tepat ditengah melainkan di sebelah kanan depan. Sisi kanan dan kiri dihiasi dengan beberapa relief. Sebuah tangga batu yang cukup tinggi membawa YogYES ke lorong gapura yang ternyata dihalangi dengan rantai. Untuk naik ke teras kedua, YogYES harus turun lagi dan berjalan memutar lewat sebelah kanan. Dari teras kedua barulah nampak dengan jelas bentuk relief di sisi gapura ini. Salah satunya adalah gambar seekor burung garuda yang kaki-kakinya mencengkeram seekor naga. Yang mengherankankan adalah adanya relief beberapa sosok manusia dalam keadaan polos, tanpa busana sama sekali! Sesuatu yang cukup mencengangkan jika mengingat budaya timur yang sangat kental dengan norma susila di Indonesia. Ditambah lagi bila mengingat bahwa ini adalah candi, sebuah bangunan yang identik sebagai tempat persembahyangan dan pemujaan dewa. Melongok ke lorong gapura, sesaji bunga dan dupa berada di lantai, dekat sebuah relief lingga dan yoni dalam sebentuk lingkaran rantai.

Mendekat ke candi utama di teras ketiga, berdiri sebuah panggung batu setinggi pinggang orang dewasa di sebelah kirinya. Terdapat menara batu di bagian depan panggung, lagi-lagi berhiaskan relief-relief erotis dari sosok-sosok tanpa busana. Satu sisi menara bergambarkan relief berbentuk tapal kuda dengan dua sosok manusia di dalamnya. Oleh kebanyakan orang, relief ini dipercaya menggambarkan rahim seorang wanita dengan sosok sebelah kiri melambangkan kejahatan dan sosok sebelah kanan melambangkan kebajikan. Sebuah candi perwara berdiri di depan candi utama. Memutar ke arah kanan, berdiri sosok patung (arca Gupala) tanpa kepala. Gupala ini memegang "tombaknya" yang terlalu besar dibanding ukuran tubuhnya, tidak proporsional. Wah!

Misteri Piramida yang Terpotong

Satu lagi yang menarik dari Candi Sukuh adalah arsitekturnya yang berbeda. Jika candi-candi lain dibangun dengan bentuk yang menyimbolkan GunungMeru, maka Candi Sukuh memiliki tampilan yang sangat sederhana dengan bentuk trapesium. Dibangun pada abad XV, beberapa saat sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit, candi ini lebih menyerupai piramida suku bangsa Maya dari Amerika Tengah. Mungkinkah dua suku bangsa berbeda dari dua benua yang berbeda bisa membuat bangunan dengan arsitektur dan desain yang nyaris serupa? Ataukah memang ada pengaruh dari suku Maya dalam pembangunan Candi Sukuh pada masa pemerintahan Raja Brawijaya ini?

Berbagai teori dan dugaan pun bermunculan. Salah satunya menyebutkan bahwa candi ini dibangun pada masa-masa ketika kejayaan Hindu mulai memudar. Sebagai akibatnya, pembangunan Candi Sukuh dibuat dengan konsep kembali ke budaya Megalitikum pra sejarah. Teori lain menyebutkan bahwa bentuk candi ini merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, yaitu kitab pertamaMahabharata. Sebuah piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang puncaknya dipotong dan dipergunakan untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta yang bisa memberikan kehidupan abadi bagi siapapun yang meminumnya.

Berbagai misteri dan pertanyaan memang masih menyelimuti Candi Sukuh. Tak hanya sekedar berjalan-jalan di lereng gunung yang sejuk sambil menikmati arsitektur kuno dari candi terakhir yang dibangun di Pulau Jawa. Berkeliling mencari jejak cerita dan potongan bukti untuk menguak misteri sejarah masa lalu akan menjadi salah satu pengalaman wisata yang menantang dan mengasyikkan.

Jadwal Buka
Senin - Minggu pk 08.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket
Pengunjung domestik: Rp 2.500
Pengunjung mancanegara: Rp. 10.000

Bunga Kelelawar

Bersayap Hitam
Enggak heran kalau bunga ini disebut bunga kelelawar. Bunga ini berwarna hitam dan punya kelopak besar berwarna hitam juga. Wuih... Seperti kelelawar yang siap mengepakkan sayapnya!
Sebenarnya, kelopaknya yang besar itu bukan daun, bukan juga bunga. Itu adalah organ tumbuhan yang bentuknya mirip daun. Organ seperti itu biasanya terdapat pada bunga- bunga yang tumbuh berkelompok atau inflorensens. Organ itu berguna untuk menarik perhatian hewan yang membantu penyerbukan.

Mata Iblis 
Masyarakat tertentu juga menyebut bunga kelelawar sebagai bunga iblis. Itu karena sepasang matanya. Sebenarnya, itu bukan mata sungguhan. Sepasang mata itu adalah bunga dari bunga kelelawar. Konon, sepasang mata itu seakan melihat dan mengikuti orang yang berada di dekatnya. Menurut kepercayaan,  mata itu pertanda kematian bagi orang yang melihatnya. Masa sih??
Kumis Kucing 
Selain karena matanya, bunga kelelawar juga disebut bunga iblis karena punya kumis kucing. 
Bukan kumis kucing betulan. Itu adalah tangkai sari- tangkai sarinya yang menjulur panjang. Panjangnya antara 30 cm sampai 70 cm. Orang bilang, tangkai itu mirip ekor iblis.
Ada di Bengkulu
Bunga Kelelawar hidup di hutan tropis yang teduh, lembab, dan tidak panas. Bunga ini ditemukan di Asia, Afrika, dan Australia. Di Asia. tumbuh di beberapa wilayah Cina,yaitu Yunnan, Guangxi, dan Hainan.. Bunga kelelawar yang tingginya antara 50 cm - 100 cm ini juga hidup di Asia Tenggara. Misalnya, di Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, salah satunya ditemukan di Rejang Lebong, Bengkulu.

Kuil Karnak


Kuil Karnak, Sebuah lokasi wisata populer di Mesir.  Selain Piramida dan Sphinx, Kuil Karnak yang didedikasikan untuk Theben tiga serangkai Amun, Mut dan Khonsu dan dikenal sebagai Ipet-isut oleh orang Mesir kuno, merupakan salah satu cerminan kejayaan Mesir kuno.
Sekitar 30 firaun berkontribusi pada bangunan di Karnak yangmemungkinkan munculnya berbagai ukuran, kompleksitas dan keragaman. Ini menjadikannya salah satu kompleks kuil yang paling mengesankan dengan luas wilayah hampir satu mil dan mempunyai lebih dari 25 kuil besar dan kecil.
Kuil KarnakDahulu, bagi sebagian besar penduduk Mesir kuno, kuil ini merupakan tempat para dewa dan pusat dari semua bangunan keagamaan. Kuil ini juga merupakan yang terbesar yang pernah dibuat dan telah menjadi tempat ziarah selama hampir 4.000 tahun.
Karnak juga terkenal sebagai tempat tinggal dari Dewa Amun yang merupakan dewa lokal. Dia diwakili dalam keadaan asli sebagai angsa dan kemudian sebagai seekor domba jantan, di puncak kekuasaannya ia ditampilkan sebagai manusia dengan gaun kepala bulu – semua yang tersisa dari angsa. Kuil Amun merupakan tempat yang paling spektakuler di Karnak .
Kuil KarnakKompleks Karnak juga menjadi tempat bagi beberapa contoh terbaik dari desain dan arsitektur Mesir kuno. Diantaranya adalah Aula Hypostyle yang dianggap sebagai salah satu prestasi besar di dunia arsitektur.
Aula yang meliputi area seluas 19.684 meter persegi ini diisi dengan 134 pilar besar, yang tertinggi 70 kaki (sekitar 21 meter) sementara ketinggian rata-rata pilar lainnya sekitar 45 kaki (sekitar 13 meter).
Selain itu,  juga terdapat Obelisk Thutmose I, sebuah monumen setinggi 22 meter. Ini adalah salah satu dari empat obelisk asli yang masih berdiri.
Kuil KarnakDanau Karnak juga merupakan danau terbesar yang biasa ada di setiap kuil di Mesir. Danau ini biasa digunakan sebagai tempat pemandian dan pembersihan diri para pendeta sebelum melakukan ritual penyembahan ataupun upacara spiritual.
Disebelah utara danau tersebut terdapat patung Scarab of khepri (kumbang khepri) berukuran raksasa, menurut kepercayaan bangsa mesir kuno kumbang khepri adalah dewa yang memiliki kekuatan untuk menggerakkan matahari, sehingga dapat terbit dari timur dan tenggelam di barat.
*Dari berbagai sumber.

Rumah Ramen Kakek Ando

Siapa yang pernah dengar tentang mi ramen? Mi ini berasal dari Jepang. Mi ramen juga ada yang instan. Penciptanya adalah Kakek Ando. Yuk, kita berkunjung ke rumahnya.



Temuan Kakek Ando
Kakek Momofuku Ando adalah penemu mi instan pertama di dunia. Pada tahun 1958, ia menciptakan mi instan yang dinamai "Chicken Ramen". Ia membuatnya dengan peralatan yang sederhana di rumahnya di Ikeda, Jepang.
Penemuannya tidak berhenti sampai di situ. Pada 1971, ia meciptakan mi instan cup pertama. Untuk mengetahui perkembangan mi instan, dibuatlah sebuah museum tentang Kakek Ando dan mi instan. Kakek Ando sendiri telah meninggal dunia pada 2007 lalu di usianya yang ke-97.


Rumah, Lorong, Dan Mi Cup Raksasa
Di dalam museum mi instan, ada tiruan rumah Kakek Ando. Ada juga peralatan sederhana yang digunakan ketika meciptakan "Chicken Ramen". Selain itu, di museum juga ada segala informasi mengenai mi instan.
Wow, ada juga mi instan cup raksasa. Itu ternyata bioskop yang memutar film sejarah pembuatan mi instan.


Ramen Buatanku
Setelah mengenal mi instan, jadi ingin belajar membuatnya, nih. Oh, tenang saja. Di lantai dua, ada kakak-kakak yang akan mengajari kita membuat mi. Dari mencampur-campur tepung, mengolah adonan, memasaknya, sampai mengeringkannya.
Mi instan yang sudah kita bikin itu, bisa dijadikan oleh-oleh, lo.
Ya, setelah jadi, mi instan itu akan ditutup dan disegel.

Ternyata di balik mi instan, ada cerita yang luar biasa, ya. Untuk melengkapi cerita itu, kapan-kapan datang ke Momofuku Ando Instant Ramen Museum, ya!